Tampilkan postingan dengan label Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laut. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2018

Indonesia? Mengapa Tsunami dan Gempa Bumi Sering Melandamu?



                Akhir-akhir ini banyak gempa bumi yang terjadi di Indonesia. Salah satunya gempa bumi yang diiringi tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah yang terjadi pada hari Jum’at, 28 September 2018. Sebelum saya jelaskan mengenai penyebab atau faktor yang menyebabkan Indonesia rawan gempa bumi dan tsunami alangkah bagusnya kita mengenal dulu apa itu gempa bumi dan tsunami.

                Gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Dan sebenarnya ada beberapa penyebab gempa bumi terjadi mulai dari aktifitas lempengan bumi, gunung meletus, tumbukan meteor, bahkan ada juga yang berasal dari aktifitas manusia misalnya peledakan dinamit.


                Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebakan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500–1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

                Kedua bencana ini saling berkaitan. Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

                Sekarang sudah tau kan? Apa itu gempa bumi dan tsunami? Selanjutnya saya akan jelaskan mengapa Indonesia sering terjadi gempa bumi dan tsunami.

1.       Letak Indonesia (Geografis)


Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera. Hal ini memang menyebabkan Indonesia sebagai tempat strategis untuk perdagangan dan menjalin antar negara.

Namun, di balik itu semua ada dampak buruk seperti gempa bumi yang sering terjadi. Hal ini terjadi karena Indonesia terletak di antara lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng pasifik. Selain itu juga Indonesia termasuk dalam cincin api pasifik, yang tidak lain gugusan gunung berapi di dunia.

Hal ini yang kemudian menjadi penyebab kenapa di Indonesia sering sekali terjadi gempa bumi, baik vulkanik maupun tektonik.



2.       Pergerakan Lempeng


Salah satu penyebab terjadinya gempa adalah pergerakan lempeng bumi. Pergerakan lempeng ini menghasilkan tekanan yang berujung pada terjadinya gempa. Besar kecilnya gempa tergantung pada besar tekanan yang terjadi karena pergerakan lempeng ini.

Teori dari lempeng tektonik menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan. Sebagian besar area dari lapisan kerak ini akan hayut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan ini kemudian bergerak perlahan sehingga terpecah dan bertabrakan satu dengan yang lainnya.

Hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya gempa tektonik. Karena letak Indonesia berada dalam tiga lempeng bumi. Jika salah satu dari ketiga ini bergerak dan bergesekan dengan lempeng lain, maka kemungkinan terjadinya gempa sangatlah besar.


3.       Cincin Api Pasifik


Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh cincin api Pasifik. Kondisi geografis ini menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang rawan letusan gunung berapi, gempa dan tsunami.

Cincin api pasifik atau lingakaran api pasifik alias ring of fire adalah daerah yang sering terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan api pasifik.

Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa pasifik. Karena terletak diatas jalur magma ini, Indonesia memilik 127 gunung berapi aktif dngan 5 juta penduduk yang tinggal di sekitarnya.

Dengan jumlah yang sebanyak itu, maka aktivitas vulkanik yang berpotensi menimbulkan gempa akan semakin banyak. Gunung api di Indonesia yang paling aktif adalah gunung Kelud dan gunung merapi.

Asosiasi Internasional Vulkanologi dan Kimia Iterior Bumi juga menetapkan gunung Merapi sebagi gunung api dekade ini. Karena aktivitas vulkanisnya yang sangat tinggi sejak tahun 1995.        


4.       Reaksi Gunung Berantai


Indonesia tercinta kita ini ada fenomena unik yang terjadi. Yaitu meletusnya tiga gunung berapi secara bersamaan. Gunung meletus ini di antaranya, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Raung di Jawa Timur dan Gunung Gamalama di Ternate.

Kemungkinan yang menjadi penyebab hal ini adalah reaksi yang berantai yang terjadi di dapur magma. Jika dilihat dari peta cincin berapi pasifik, kita bisa mengetahui bahwa hampir seluruh wilayah di Indonesia berada tepat di atas dapur magma.

Karena berada pada satu jalur, setiap aktivitas yang terjadi di dapur magma dapat memicu meletusnya gunung berapi secara bersamaan. Hal ini tentu disertai dengan rentetan gempa vulkanis. Karena hal inilah, Indonesia sangat sering mengalami gempa bumi.



Bagaimana? Sekarang sudah taukan alasannya? Kalau kalian masih bingung tanyakan saja di kolom komentar. Sekian dulu. Semoga bermanfaaat

Minggu, 06 Mei 2018

[PENTING!!!] Kima, Spesies Yang Perlu Dilindungi Karena Kelangkaannya


Assalamu’alaikum wr wb.
Halo, apa kabarnya? Oke, akhir-akhir ini banyak sekali hewan di dunia yang terancam punah. Salah satu diantaranya adalah Kima. Yupp!! Kima, sebenarnya Kima itu apa sih? Kima atau nama latinnya Tridacna adalah genus kerang-kerangan berukuran besar penghuni perairan laut hangat. Kima termasuk dalam famili Tridacnidae juga hewan ini merupakan hewan mollusca. Mollusca adalah hewan yang berubuh lunak baik yang mempunyai cangkang ataupun tidak. Kima ini termasuk mollusa dengan cangkang.
Jenis-jenis Kima Di Indonsia antara lain :
Kima Lubang (Tridacna crosea)


Kima ini juga dinamakan kima pembor atau kima lubang karena hidup menancap dalam substrat batu karang. Ukuran cangkang paling kecil dari ukuran rata-rata jenis lainnya sekitar 15-20 cm.
Kima lubang adalah jenis kima terkecil dan memiliki populasi yang paling melimpah. Kima ini umumnya hidup di dalam lubang-lubang karang keras (hard coral) yang masih hidup ata mati. Kima lubang masuk ke dalam karang secara kimiawi dan mekanis, yaitu mengebor karang perlahan-lahan dengan gerakan membuka dan menutup cangkang. Kima lubang memiliki warna mantel yang menyolok dan indah
Kima Selatan (Tridacna derasa)

Jenis ini disebut juga kima selatan atau kima air, memiliki ukuran terbesar kedua setelah T. gigas dengan panjang cangkang 50 cm atau lebih, permukaannya halus dan mencapai 20-30 kg. Mantelnya berpola garis panjang coklat, hijau dan biru atau umumnya berwarna cerah. Yang membedakannya dengan kima raksasa adalah lekukan cangkangnya yang dangkal

Kima selatan memiliki sebaran yang terbatas dan unik. Di Indonesia, jenis ini hanya ditemukan di sebelah timur garis Wallace yang memanjang dari Selat Bali, Selat Makassar hingga Laut Sulawesi. Jenis ini juga banyak ditemukan di pesisir barat laut dan timur laut Australia
Kima Raksasa (Tridacna gigas)

Kima raksasa adalah spesies kerang terbesar di dunia yang masih hidup. Ukuran cangkang kerang ini dapat mencapai 120 cm dengan berat lebih dari 200 kg. Jika tidak terganggu, kima raksasa dapat hidup hingga berumur lebih dari 100 tahun. Kisaran berat kima raksasa antara 200-500 kg. Cangkang kima berwarna putih, jika dilihat dari samping, bentuknya menyerupai kipas dengan cela yang dalam dan sisi yang kokoh memanjang membentuk segitiga. ukuran mantel melebihi ujung cangkang sehingga penutupan cangkang tidak bisa rapat. Mantelnya berwarna cokelat atau hijau dengan titik-titik biru dan hijau
Rekor spesimen Tridacna gigas terbesar, dipegang oleh cangkang kima asal Indonesia, tepatnya dari Pantai Barat Tapanuli, Sumatera Utara. Ukuran panjang cangkang kima tersebut mencapai 137 cm dengan berat sekitar 250 kg. Saat ini, cangkang kima pemegang rekor itu, menjadi koleksi sebuah museum di Irlandia Utara. Rekor untuk spesimen kima terberat, menjadi milik cangkang yang berasal dari Pulau Ishagaki, Jepang. Kima tersebut memiliki panjang cangkang 115 cm dengan berat 333 kg (Wikipedia). Rekor yang ditemukan di kepulauan spermonde dan TNL takabonerate masing-masing mencapai 90 dan 94 meter. Di pulau Gili Banta Bima ditemukan dengan ukuran panjang sekitar 100 cm.
Kima Kecil (Tridacna maxima)

Jenis ini juga disebut kima kecil dengan ukuran cangkang lebih kecil dari jenis kima lainnya (25-35 cm). Cangkang bersisik kecil, lebih kecil dari pada T. squamosa, dekat umbo terdapat bysus (organ pelekat) yang besar. Olehnya itu, kima ini hidup menancap kuat dalam substrat dengan warna mantel yang cerah (biru, hijau dan cokelat). Bila ditemukan dalam substrat, hanya sebagian cangkang yang tertanam.
Cangkang kima kecil umumnya ditemukan di daerah terumbu karang dengan kedalaman hingga 10 m. Kima ini melekat di antara celah karang atau pecahan karang (rubble) dengan bantuan organ serupa rambut yang disebut byssus. Seringkali, kima kecil menggali pasir atau dasar substrat dengan gerakan membuka-menutup cangkang untuk berlindung. Spesimen terbesar dari cangkang Tridacna maxima yang pernah tercatat adalah 41,7 cm.

Kima sisik (Tridacna Squamosa)

Jenis ini disebut kima sisik/duri, mudah dikenal pada cangkang berduri dengan panjang maksimum 40 cm atau lebih. Cangkngnya ekilateral dengan sisik makin keatas makin lebar. Mantel umumnya berbintik biru, cokelat dan hijau. Pada punggung lipatan, ditemukan deretan lempeng sisik (scutes) tinggi, agak sempit dan cekung.
Bentuk
Kima Pasir (Hippopus hippopus)

Kima ini sering disebut dengan kima tapal kuda dimana cangkangnya memiliki lekukan-lekukan kecil dan bercak-bercak strawbery. Mantelnya kuning coklat, Hijau atau abu-abu suram dan tidak pernah melewati batas cangkang. Hidup khusus didaerah rataan terumbu berpasir atau padang lamun hingga maksimum kedalamn 6 meter. Mudah diambil karena tidak melekat pada substrat.
Kima Cina (Hippopus porcellanus)

Warna mantel seperti H. hippopus tapi ukurannya jauh lebih besar dapat mencapai 60 cm. Bedanya pada cangkang H. porcellanus bagian pinggir cangkang bergelombang besar seperti pada T.derasa, Sedangkan H.hippopus bergelombang kecil. Kesamaanya dapat dilihat dapat dilihat pada bagian umbo yang memiliki umbo bergaris rapat.
Cangkang kima Cina memiliki 5 hingga 7 lipatan tanpa sisik (scutes). Sepintas cangkang kima ini lebih mirip kima selatan Tridacna derasa dibandingkan kima pasir yang menjadi saudara dekatnya. Kima Porselen dapat tumbuh hingga mencapai ukuran 40 cm. Siphon exhalent (lubang/saluran/organ tempat keluarnya air) berbentuk kerucut yang agak pipih dan rendah.
Setelah membaca jenis Kima tersebut, kita setidaknya peduli dengan keadaan Kima yang ada di Indonesia ini. Sekian
Wassalamu’alaikum wr wb.